kecapi menua di sudut jendela
gitar terbang tinggalkan dawai
di jalanan orang-orang berjinjit
sepasang kekasih tertawa berpelukan
langit berdentang
elang jawa memetik bianglala
di sela hujan, petang datang tanpa angin yang berisik
dia saja: si hujan itu
kaca nako adalah teralis yang lain
"kecapi menua di sudut jendela
gitar terbang tinggalkan dawai"
barangkali hadapi jalanan adalah takdir yang lain
milik mereka yang di telapak tangannya ada kabel
tindih menindih mencari arah
pipit henti bertualang
patahan kakinya dikerumun takdir
begitu dalam di telapak tangan seseorang
begitu saja
dengan dalamnya
patahan kaki lambaikan diri
petang dan langit berdentang
: si hujan itu
dalam kamar, tanpa kaki

0 Comments