Subscribe Us

Header Ads

LANGIT UJUNG PETANG



Langit yang menguning kerap jadi kawan kita. Tangan-tangan terkelupas menariknya hingga tiba. Bunyi-bunyi liar bersahutan walau kata manusia lain, itu adalah puisi yang hadirkan dirinya sendiri. Begitu syahdu, begitu lirih. Aku tak habis pikir kenapa mereka bisa lahir dari bermacam-macam keliaran.

Dalam petang, kita tahu jalanan begitu tak bersahabat. Kepala-kepala saling mengumpat. Berbagai kepentingan berebut diri capai apa yang namanya istirahat. Tapi apakah harus berlomba-lomba? Lihatlah jalanan tempat manusia hidup ditertawakan angin-angin yang lewat menuju langit. Tabraklah, tabrak. Sekencang mungkin, sesakit mungkin. Barangkali memang jalanan adalah tempat yang penuh pemakluman. Maklum walau harus saling benturkan kepentingan masing-masing.

: Sebuah renungan bisa tercipta di mana saja. Bahkan disela mencari arah pulang.

Jejak-jejak ditampung langit dengan begitu murungnya. Cat-catnya terkelupas, muram seperti dinding pabrik-pabrik bercerobong. Bahkan angin yang hidupnya penuh pengembaraan tak pelak turut berdoa: wahai engkau maha segalanya, jadikanlah kami serdadu langit yang akan menusuk kepala manusia lalai dengan lembing paling tajam. Menakutkan.

Tengadahlah jumpai langit yang menguning. Wajah-wajah lelah kita ada disana. Diantara awan dan lorong matahari, diantara kelepak burung yang kesepian, serta pucuk-pucuk yang setia berdiri melawan angin. Di atas sana tak ada kecemasan selain hanya ingatan tentang kursi dan minuman yang rasanya bisa jadi apa saja di lidah kita. Tenanglah, tenang. Rumah akan menunggu, istirahat tak perlu diburu. Hilang akal hanya menabung kemarahan yang suatu hari akan keluar dari dalam diri, dari alam bahkan tuhan, tanpa sadar.

Langit yang menguning memang kerap jadi kawan kita. Tak apa tangan terkelupas. Tak apa bunyi-bunyi liar menjadi puisi paling minor. Kita harus tetap menatapnya dengan keberanian serta dada yang lebih lapang dari apa yang sedang kita tatap.

: Hidup adalah satu-satunya cara untuk mengenal kematian. Sedang kematian, ialah awal dari kehidupan yang sebenar-benarnya kehidupan.

Post a Comment

0 Comments