Mama. Aku sudah kenyang, sudah pandai melompat sepertimu. Lihat ma aku menari,
membumbung bersama angin, lalu centil lompat kesana kemari seolah nakal dan
sedikit bengal. Aih hidup itu memang indah. Tuiiiiiiiiiiiiiiing lihatlah aku
terbang mama.
Kupandangi muka induk dengan binar-binar jenaka. Apalagi yang akan kamu ajarkan hari ini ma? Melompat sudah, mengunyah sudah. Berbicara sepertimulah yang belum. Ayolah ma, bukankah aku tidak harus melulu bicara dengan bahasa mataku lalu mama menjawabnya dengan sodokan kepala? Seolah-olah kau suruh aku maknai sendiri arti menjadi seorang kanguru. Tak bolehkah aku rindu berbincang-bincang denganmu ma? Rindu meski belum pernah alami hal seperti itu sebelumnya.
Kupandangi muka induk dengan binar-binar jenaka. Apalagi yang akan kamu ajarkan hari ini ma? Melompat sudah, mengunyah sudah. Berbicara sepertimulah yang belum. Ayolah ma, bukankah aku tidak harus melulu bicara dengan bahasa mataku lalu mama menjawabnya dengan sodokan kepala? Seolah-olah kau suruh aku maknai sendiri arti menjadi seorang kanguru. Tak bolehkah aku rindu berbincang-bincang denganmu ma? Rindu meski belum pernah alami hal seperti itu sebelumnya.
Aku sering berkhayal menjadi kanguru dewasa. Gagah melindungi dari pejantan yang menggodamu ketika ayah tak ada. Brak bruk brak bruk seperti itulah aku akan memukul mereka ma. Menggigit, mengoyak-ngoyak bokong agar mereka tahu bagaimana rasanya melompat dengan bokong cacat. Aduh! Badanku kenapa sekecil ini? Tidak sabar ma, aku tidak sabar lagi tunggu membesar.
Hari ini langit menjadi pembaca berita yang baik. Dikabarkannya matahari yang bugar. Diselorohkannya merpati dan angsa yang keluhkan ketidaksetiaan pasangannya. Namun wacana termiring dari langit adalah segerombolan gagak yang akan melintas ke tempat dimana kami berada. Wow mama! Kau dengarkah yang langit beberkan di ujung berita? Kenapa mukamu datar-datar saja? Aku yang kecil ini rasanya ingin menggotongmu pergi larikan diri dari lintasan gagak. Aduh ayah mana ma? Tunggang langgang kudekati ibuku. Rasanya ini adalah pengalaman melompat yang sungguh aneh.
(Terayun-ayun didalam kantung mamaku yang lompat-lompat menuju rumah)
Pelajaran hari ini adalah : Kepanikan
tidak beralasanku hilang ketika aku kembali hidup dikantung mamaku. Namun satu
yang terpenting ternyata aku tidak ingin tumbuh besar dengan cepat. Karena jika
aku dewasa nanti bukankah tidak bisa lagi sembunyi dan hangat di dalam kantung
mamaku?
Selamat iri ya.
Selamat iri ya.
Tertanda dari kepala kecilku yang tergoyang-goyang kekiri dan kekanan ditemani semilir angin

0 Comments