BAPAK :
Kau bawa apa dikarung itu buyung? baunya nyempil seperti busuk di cuping
ANAK BAPAK :
(bernyanyi giginya keling)
Tidak ada bapak, ini kupungut di pejagalan saja
Berupa lembaran kuping dan ratus julur lidah
BAPAK :
Bocah gendeng
Bangkainya nista berbelatung, kau masakpun matilah emakmu keselip bangkai lidah
ANAK BAPAK :
(menyeringai mata ikut mengeling)
Tak akan kumasak, biar bapak sama emak tak usah nonton televisi saja
Kuping-kuping ini dipotong karena berlebih dosis mendengar pak, samapun dengan lidah "nasib busuk ditukang jagal karena terlalu banyak omong"
(sekujur nyaris ikut keling)
Kupanggul dibahu, mereka memperdengarkan kepadaku pak
Kuarak dikepala, mereka berbincang tanpa titik tentang apa yang tidak aku perbincangkan bersama siapa-siapa
BAPAK :
(berpeci dan mengulung sarung)
Tak tahan aku sama bangkai
Menjauhlah sana dan buang karungmu sekalian sama racauanmu
ANAK BAPAK :
(Nyanyi-nyanyi lalat keling)
Itulah kalian
Buta
Itulah kamu
Bodoh
Aku ini reinkarnasi lalat
Mati cepatpun tak apa
Toh setia membaui bangkai haha..
BAPAK : (naik pitam ambil golok)
Kau anak bukan lalat
Kau turut bangkai bangkang bapak
Kubuat pake kelaminku kubunuh pake golok-ku
Bocah setan
(ngebacok, ngemasukin karung yang kupingan)
ANAK BAPAK :
Bapak mengamuk aku mengantuk
Biarlah karam kelingku hari ini
Biarlah menjuntai karung terserak
(kepala copot digorok bapak)
"Oh keluarlah darah keling"
Bersama ribuan lalat mencuat dari pori-pori
Kubilang aku lalat
Kau rejangpun darahku tetap lalat
Wah wah dasar bapak setan

2 Comments
terbius design blognya, merinding baca postingannya.. :-s
ReplyDeleteterima kasih sudah berkenan mampir.
ReplyDeletesalam hangat