Subscribe Us

Header Ads

DENAWA HARUS LEGAWA


Aku selalu berkata pada daun-daun gugur dipagi buta. Bahwasanya keingintahuan yang paling tidak aku giatkan adalah tentang masa depan. Kau tahu kenapa kawan? Karena jampi-jampi penenang menyirap akal dengan ratapan hari ini, dengan bon bertumpuk yang menagih hutang-hutangku dimasa kemarin. Hingga disaat kembali dari sirapan, sebuah dengung mengelilingi telinga lalu mulai menyanyikan balada-balada tentang waspada mati hari ini. Begitulah nasib raut muka yang kerap menggantung mendung diwaktu pagi, bahkan gerimisnya melelapkan dan ternyata aku tidak pernah ingin terbangun lagi.

Matahari selalu punya cara untuk mengabarkan cahayanya. Catatan kecil untukmu : Ternyata kenyataan terpahit itu lebih menakjubkan dibanding dengan tawaran muluk simimpi. 

Bangunlah kawanku, bangunlah walaupun harga diri kelaki-lakianmu dipertaruhkan diatas ikrar cinta yang terbawa mati. Kutanyakan padamu hari ini : dimana lagi kau akan menulis ketika halaman usang nan kuning  itu sudah tidak mampu memuat tinta walau setitik?. Kalaupun sambungannya kau gurat diatas tanah, kau ukir dilangit yang canggung bahkan gagah bergaung digua tempatmu bermain, sudahkah kau bahagia? Atau memang garis tanganmu lebih setara dengan pilu? Kuingatkan saja kawan “Janjimu itu untuk siapa, dan dimana letak duduknya sekarang”.

Sabda waktu : “Tuhan mendalangi, manusia melakoni, aku merambati”. TEMUKANLAH HAWA, DAN KAU AKAN MELIHAT WAJAH ANAKMU DIWAJAHNYA.

Mari mengenang matahari, rindunya akan membuat kita menyingkap gorden. Gelap juga bosan menjagamu tidur kawan, suatu hari dia pasti mencolek dengan jarinya yang gemetaran karena menahan kantuk teramat sangat. Dan hari itu kau memang harus bangun, walaupun tak menggosok gigi, walaupun tanpa membasuh muka, hanya mengintip dari lubang gorden kedunia yang menunggumu tertawa tak tawar. Jujur saja kawan, dihari itu aku ingin kau mengabarkan bahwasanya pernikahan bukan sebuah kesalahan, dan ribuan anak yang terlahir bukan bentuk dari kutukan pernikahan.

Catatan tak pentingnya : Jangan berhenti mencari sisa-sisa rencana Tuhan, bisa saja dia menyimpannya disaku celanamu yang lusuh.


The promise, untuk seorang lelaki penunggu pagi



Post a Comment

0 Comments